Pengembangan Kecerdasan Anak

by HappyJus on October 23, 2009
in Artikel Anak

Pengembangan kecerdasan anak hendaknya dilakukan sedini mungkin. Hal ini penting guna memberikan start yang baik bagi perkembangan anak selanjutnya. Pertumbuhan setiap jenis sel selalu berbentuk kurva, mulai naik dengan cepat untuk kemudian mencapai puncak (peak) dan turun secara perlahan-lahan. Dengan memberikan rangsangan bagi perkembangan kecerdasan anak sejak dini, diharapkan potensi kecerdasan anak dapat mencapai puncak performannya.

kecerdasan anak

Disamping itu hasil penelitian juga membuktikan bahwa kecerdasan bukan hanya urusan besar kecilnya volume otak, tetapi juga banyak sedikitnya hubungan sel-sel syaraf yang ada di otak. Semakin banyak rangsangan pada otak maka hubungan sel-sel syaraf akan semakin banyak atau anak menjadi semakin cerdas. Permainan yang mendidik, tubuh yang sehat, pengalaman yang bermakna merupakan salah satu contoh bagaimana upaya merangsang hubungan sel-sel syaraf.

Dulu IQ (Intelligence Quotient) dianggap sebagai satu-satunya penentu keberhasilan hidup seseorang. Namun kini IQ saja tak cukup jika tak dibarengi EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient), ESQ (Emotional Spiritual Quotient), dan CQ (Creativity Quotient). Dari ciri-ciri kehidupan sosial anak sehari-hari dapat diidentifikasi sejauhmana kecerdasan anak Anda.

Dari situ Anda tidak perlu pesimis tetapi tinggal memperbaikinya saja…Teori memperbaikinya mudah…tetapi prakteknya membutuhkan kesabaran, ketlatenan dan harus mau menyisihkan waktu guna memperhatikan, mendampingi dan membimbing anak……

Bermain dengan Anak

by HappyJus on October 22, 2009
in Artikel Anak

Anda ingin anak Anda cerdas dan kreatif? Mulailah melewati hari-hari bersama anak Anda dengan aktivitas menyenangkan. Kegiatan ini akan memberi stimulasi bagi otak anak.  Ya, stimulasi yang dimaksud adalah upaya orang tua atau keluarga untuk mengajak anak bermain dalam suasana penuh gembira dan kasih sayang. Aktivitas bermain dan suasana cinta ini penting guna merangsang seluruh sistem indera, melatih kemampuan motorik halus dan kasar, kemampuan berkomunikasi serta perasaan dan pikiran si anak.

bermain dengan anak

Seperti dijelaskan pakar dan konsultan tumbuh kembang anak, rangsangan atau stimulasi sejak dini adalah salah satu faktor eksternal yang sangat penting dalam menentukan kecerdasan anak. Selain stimulasi, ada faktor eksternal lain yang ikut mempengaruhi kecerdasan seorang anak yakni kualitas asupan gizi, pola pengasuhan yang tepat dan kasih sayang terhadap anak.

Mengapa stimulasi memiliki peran yang sangat penting? Karena rangsangan atau stimulasi sangat menentukan perkembangan kualitas sel-sel otak manusia bahkan sejak dalam kandungan. “Makin bervariasi rangsangan yang diterima bayi dan balita, makin kompleks pula struktur sinaps atau hubungan antarsel otak. Makin sering dan kuatnya rangsangan diterima, makin bertambah kuat hubungan antarsel otak. Semakin kompleks dan kuat sinaps, makin tinggi dan bervariasi pula kecerdasan anak.

Lebih jauh ia menjelaskan, sel-sel otak manusia terbentuk sejak tiga-empat bulan dalam kandungan dan akan berlanjut hingga usia tiga-empat tahun. Tak heran bila rentang usia ini juga sering disebut sebagai golden years period. Pada masa ini, jumlah sel otak dapat tumbuh hingga miliaran, meski pada awalnya belum ada hubungan antarsel.

Stimulasi dapat dilakukan sedini mungkin sejak janin dalam kandungan dengan cara mengajak ngobrol janin, menyanyikan lagu, memperdengarkan lagu melalui radio kaset yang ditempelkan ke perut ibu atau membacakan doa sambil mengelus-ngelus perut ibu.

Sedangkan memasuki usia bayi dan balita, kegiatan stimulasi dapat dilakukan lebih beragam, misalnya saat memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, jalan-jalan, bermain hingga menjelang tidur.

Contoh stimulasi untuk bayi 0 hingga 3 bulan misalnya mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, menyembunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok, benda-benda berbunyi, menggulingkan bayi ke kanan-kiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk memegang mainan.

Yang penting, stimulasi harus dilakukan setiap hari dalam suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang. Stimulasi juga harus bervariasi disesuaikan usia dan perkembangan kemampuan anak dan harus dilakukan oleh orang tua atau keluarga.